"Kita hentikan karena ada pihak-pihak yang merasa tersinggung," kata Staf Khusus Urusan Pengaduan Masyarakat Sardan Marbun kepada detikcom, Selasa (16/4/2008).
Menurut Sardan, buletin edisi terbaru ini akan didistribusikan lagi seperti biasa. Namun akan dilakukan pencetakan ulang.
"Edisi cetak ulang yang dihilangkan karikatur itu," jelas pria yang menjadi penanggung jawab buletin itu.
Karikatur yang diprotes dalam tabloid itu bergambar mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang menaiki sapu terbang dan gambar Wiranto yang berpakaian compang camping. (fay/asy)











































