Raskin Disunat Lurah, Warga Mengadu ke Walikota

Raskin Disunat Lurah, Warga Mengadu ke Walikota

- detikNews
Kamis, 10 Apr 2008 13:48 WIB
Makassar - Tak puas jatah Raskinnya dikurangi, sekitar 100 orang warga miskin dari Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Makassar mendatangi Gedung Balaikota Makassar, Jl Balaikota, Makassar, Kamis (10/04/2008). Mereka meminta agar walikota menegur lurah Tallo.
 
Para warga ini mendatangi kantor walikota dengan menumpangi angkutan umum atau biasa disebut pete-pete. Mereka membawa spanduk dan poster berisi kecaman terhadap lurah Tallo, Jamaluddin.

"Kalau biasanya kami dapat satu karung penuh, kini tinggal setengahnya," ujar Daeng Ngai, salah seorang warga. Meski tinggal setengah, harganya pun tetap sama. "Harganya tetap sama, Rp 25.000. jadi kami yang rugi," terangnya.
 
Sementara itu, Daeng Bunga, juga salah seorang warga, menambahkan kalau berkurangnya jatah warga lantaran harus dibagi dengan kader kelurahan.

"Katanya sebagian untuk jatah para kader kelurahan. Saya juga tidak mengerti kenapa kami yang dikorbankan. Jatah kami malah yang dipotong," ujar ibu rumah tangga yang bekerja sebagai penjual sayuran.
 
Di depan kantor walikota, para pengunjuk rasa yang didominasi ibu rumah tangga ini bergantian melakukan orasi. Mereka tidak henti-hentinya berteriak meminta Lurah Tallo untuk diturunkan dari jabatannya. "Turunkan Pak Lurah.., lurah pemeras rakyat," seru mereka.
 
Selain persoalan raskin, para warga ini memang sudah gerah dengan ulah lurah. Para warga menganggap bahwa lurah yang baru menjabat selama 1 tahun itu seringkali terlalu mempersulit urusan warga. "Bikin KTP saja dipersulit. Harus ada uang pelicinnya," tukas Daeng Ngai.
 
Setelah perwakilan para pengunjuk rasa diterima oleh pihak walikota Makassar, para pengunjuk rasa akihrnya membubarkan diri. (gun/mly)


Berita Terkait