Myanmar Gelar Referendum 10 Mei

Myanmar Gelar Referendum 10 Mei

- detikNews
Kamis, 10 Apr 2008 05:49 WIB
Yangon - Junta militer Myanmar mengaku semakin mengarah ke demokrasi. Junta menyatakan 10 Mei sebagai tanggal referendum untuk membuat sebuah konstitusi baru.

Referendum ini diklaim junta akan melapangkan jalan ke arah Pemilu demokratis tahun 2010 meski rancangan konstitusi ini dinilai akan membatasi tokoh oposisi Aung San Suu Kyi.

Seperti dilansir AFP, Kamis (10/4/2008), junta belum mengeluarkan informasi detail mengenai referendum ini, termasuk tempat pemungutan suara atau hak suara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengumuman dalam televisi pemerintah hanya terdiri atas 2 kalimat yang dikeluarkan Ketua Komisi Referendum Aung Toe yang menyebutkan tanggal pemilihan telah diputuskan beberapa waktu lalu.

Pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi mulai berkampanye menolak rancangan konstitusi ini. Tanggal pemilihan yang terlalu mepet juga dinilai kurang memberikan kesempatan pada pemilih untuk mempelajari rancangan konstitusi setebal 194 halaman itu.

"Mereka baru memulai menjual salinan konstitusi ke masyarakat hari ini. Sangat sedikit waktu bagi rakyat untuk belajar dan mengerti keseluruhannya," ungkap juru bicara Suu Kyi, Nyan Win. (aba/aba)


Berita Terkait