Referendum ini diklaim junta akan melapangkan jalan ke arah Pemilu demokratis tahun 2010 meski rancangan konstitusi ini dinilai akan membatasi tokoh oposisi Aung San Suu Kyi.
Seperti dilansir AFP, Kamis (10/4/2008), junta belum mengeluarkan informasi detail mengenai referendum ini, termasuk tempat pemungutan suara atau hak suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi mulai berkampanye menolak rancangan konstitusi ini. Tanggal pemilihan yang terlalu mepet juga dinilai kurang memberikan kesempatan pada pemilih untuk mempelajari rancangan konstitusi setebal 194 halaman itu.
"Mereka baru memulai menjual salinan konstitusi ke masyarakat hari ini. Sangat sedikit waktu bagi rakyat untuk belajar dan mengerti keseluruhannya," ungkap juru bicara Suu Kyi, Nyan Win. (aba/aba)











































