Ketemu Disnaker DKI, Nasib Karyawan AdamAir Ngambang

Ketemu Disnaker DKI, Nasib Karyawan AdamAir Ngambang

- detikNews
Selasa, 08 Apr 2008 22:12 WIB
Jakarta - Gaji karyawan AdamAir bulan Maret 2008 ini masih belum dibayar. Padahal karyawan meminta Sudinakertrans Jakarta Barat untuk menyelesaikan masalah ini, namun masih menemui jalan buntu.

Pihak perwakilan karyawan, Direktur Utama AdamAir Adam Adhitya Suherman dan pengacaranya Denny Kailimang, Wakil Direktur Utama dan Direktur Keuangan AdamAir Gustiono Kustianto dan pengacaranya Hotman Paris Hutapea, bertemu dengan Kasudin Nakertrans Jakarta Barat Purwanto.

Pertemuan itu digelar di Gedung Sudin Nakertrans Jakbar, Jl Kamal Raya 11 Cengkareng, Selasa (8/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita minta pengacara keluar dan meminta pertemuan dilakukan empat mata saja antara Pak Adam dan Pak Gustiono, dengan fasilitator Pak Purwanto," ujar Manajer SDM dan Legal AdamAir Nasrullah Nawawi kepada detikcom.

Hasil pertemuan tersebut, lanjut Nasrullah, awalnya menemukan titik temu. Adam bersedia menandatangani surat yang menyatakan karyawan yang bekerja bulan April 2008 adalah benar-benar karyawan AdamAir, seperti yang diminta Gustiono.

"Pak Adam bersedia tandatangan persis 100 persen yang dikehendaki Pak Gustiono," jelas dia.

Tiba-tiba, pukul 16.00 WIB persyaratan dari Gustiono bertambah. Tambahan persyaratan itu, lanjut dia, salah satunya meminta daftar nama karyawan yang dianggap pihak Gustiono palsu.

"Persyaratan itu tidak ada pada perjanjian awal. Akhirnya pertemuan itu deadlock," kata Nasrullah.

Lantas, ketika ditanya mengenai kebenaran apa ada karyawan yang palsu atau tidak, Nasrullah mengatakan kalau memang ada, pihak yang menuduh harus bisa menunjukkan nama-namanya.

"Sebagai HRD, sejauh ini audit benar semua. Kalau di bandara saya nggak tahu. Katakan ada 100 yang palsu, kenapa dikorbankan yang 3 ribu lebih itu. Kalau ada anjing yang rabies di Jakarta, apa semua anjing ditembaki?," tukas dia.

Masalahnya, menurut dia, pihak direksi masih mempunyai dana sekitar Rp 49 miliar. "Lain kalau harus jual mobil atau tanah dulu. Jangan-jangan nggak ada niat baik dari mereka," kata dia.

Karena buntu, Nasrullah mengatakan Rabu 9 April 2008 besok, dia sebagai perwakilan karyawan dan rekan-rekannya akan menemui Komisi V DPR di Gedung DPR Senayan. Dia juga akan mencoba ke istana presiden, secara simbolis meminta presiden untuk turun tangan mengenai masalah ini.

"Kita tidak peduli mengenai masalah pemegang saham. Yang penting hak karyawan harus dibayar. Pihak direksi, apa tidak terketuk nuraninya," pungkas dia. (nwk/mly)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads