"Karena film (Fitna) ini tidak penting untuk menontonnya. Cukup saya mengomentari dalam bahasa Indonesia, kelas kambing," kata Nikolaos dalam acara dialog mengenai Fitna di kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2008).
Nikolaos bahkan lebih memilih menonton film Ayat-ayat Cinta (AAC). Maklum saja film ini menarik perhatian penonton di Indonesia.
"Jadi saya baru mau menonton film Ayat-ayat Cinta," pungkas dia, dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata.
Sebelumnya Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan AAC ini dapat melawan Fitna. Film garapan Hanung Bramantyo ini menyebarkan cinta kasih dan perdamaian. (mly/mar)











































