Horta Kecam Pejabat Militer RI atas Kekerasan Timor Leste

Horta Kecam Pejabat Militer RI atas Kekerasan Timor Leste

- detikNews
Senin, 07 Apr 2008 14:35 WIB
Darwin - Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta mengecam pejabat-pejabat militer RI. Kecaman itu dilontarkan karena mereka menolak mengaku bertanggung jawab dan meminta maaf atas kekerasan di Timor Leste pada tahun 1999 silam.

Berbicara di Darwin, Australia, Horta mencetuskan, pejabat-pejabat Indonesia gagal melaksanakan tanggung jawab mereka untuk memberikan keamanan sebelum, selama dan setelah referendum Timtim yang diorganisir PBB.

"Meski kami tidak ingin mengungkit masa lalu, meski kami tidak ingin menyalahkan, meski kami tidak ingin siapapun masuk penjara, namun mereka setidaknya harusnya punya keberanian dan rasa malu untuk mengatakan kepada negara mereka dan rakyat Timor bahwa mereka bersalah dan minta maaf, kata Horta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu akan cukup," imbuh pria yang sedang menjalani terapi penyembuhan di Darwin atas luka tembak yang dialaminya dalam percobaan pembunuhan Februari lalu, seperti dilansir Sydney Morning Herald, Senin (7/4/2008).

"Tapi mereka tidak melakukannya. Mereka terus menyalahkan PBB. PBB tidak bertanggung jawab atas keamanan, PBB cuma bertanggung jawab untuk mengorganisir referendum," tandas Horta.

Menurut Horta, pejabat-pejabat RI harusnya mengakui tanggung jawab mereka pada komisi penyelidikan Indonesia-East Timor Commission of Truth and Friendship yang dibentuk tahun 2005. Komisi yang dibentuk oleh pemerintah Timor Leste dan Indonesia itu akan mengirimkan laporannya kepada Horta dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam beberapa hari ini.

Komisi itu bertugas menyingkap kebenaran di balik kekerasan yang menewaskan setidaknya 1.500 orang dan merusak sekitar 70 persen infrastruktur Timor Leste dalam kerusuhan 1999 silam. (ita/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini