Populasi lutung jawa saat ini jumlahnya tidak sampai lima persen dari populasi semula. Habitat lutung jawa hanya tersisa di Pulau Jawa.
"Dan sampai saat ini perburuan liar dan perdagangan bebas satwa jenis ini masih marak," kata Iwan Kurniawan, Ketua Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Petungsewu dalam diskusi "Diseminasi Lutung" di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur Yogyakarta, Sabtu (5/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Habitat lutung jawa berada di areal hutan hujan tropis seperti Pulau Jawa. Populasi lutung di Pulau Jawa masih bisa ditemukan di hutan Jawa Barat dan Jawa Timur. Di Jawa Timur di antaranya di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Gunung Arjuna, Pegunungan Hyang, Taman Nasional Alas purwo, Taman Nasional Baluran, Pulau Sempu, Taman Hutan Rakyat R. Soerjo dan Taman Nasional Merebetiri.
"Di beberapa daerah lutung ini telah punah secara lokal, misalnya di Gunung Panderman dan Pegunungan Kawi sisi timur wilayah Malang," ujar Iwan.
Pada tahun 2006, PPS sudah mengembalikan sebanyak 41 ekor lutung jawa ke habitatnya. Kesemuanya dilepas di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Sebelumnya, satwa itu telah dirawat dan dilatih untuk hidup di alam bebas di PPS Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Saat itu dilepas kehutan setelah menjalani proses observasi perilaku, cek medis, perawatan dan pelatihan selama kurang lebih 1 tahun. "Kami juga masih merawat 9 ekor lutung dari Yogyakarta dan sekitarnya, kiriman PPS Yogja," katanya. (bgs/djo)










































