Demikian disampaikan penuntut dalam pembukaan sidang pengadilan atas kasus tersebut, seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Jumat (4/4/2008).
Kedelapan pria Inggris itu memilih penerbangan United Airlines, American Airlines dan Air Canada sebagai target serangan, yang tadinya akan dilakukan saat liburan musim panas tahun 2006 lalu. Demikian disampaikan jaksa Peter Wright.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada juri, Wright mengatakan, para tersangka berniat menyelundupkan bahan peledak hidrogen peroksida ke dalam pesawat. Peledak itu akan disamarkan sebagai minuman ringan atau cairan pembersih mulut.
"Mereka bersiap naik ke pesawat dengan bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan untuk membuat dan meledakkan alat yang tidak saja akan merenggut nyawa mereka, namun juga semua orang yang kebetulan berada dalam penerbangan yang sama," kata Wright.
Namun rencana itu berhasil digagalkan polisi dengan penangkapan mereka. Para tersangka itu ditangkap pada Agustus 2006 lalu. Saat operasi penangkapan, bandara-bandara Inggris sempat terganggu dan ratusan penerbangan dibatalkan.
Kedelapan orang itu dituduh melakukan konspirasi pembunuhan dan tindakan kekerasan untuk membahayakan keselamatan pesawat. (ita/nrl)











































