El Salvador menggelar sidang massal terhadap ratusan orang pemimpin geng di negara itu. Geng yang bernama MS-13 itu punya slogan horor.
Dilansir BBC, Senin (27/4/2026), persidangan massal dilakukan terhadap 486 orang yang diduga pemimpin geng MS-13. Kelompok ini secara kolektif dituduh melakukan lebih dari 47.000 tindak kejahatan antara 2012 hingga 2022, termasuk pembunuhan, pemerasan, serta perdagangan narkoba dan senjata.
Di antara terdakwa, terdapat orang-orang yang diduga terlibat dalam gelombang kekerasan geng pada Maret 2022. Peristiwa itu menyebabkan 87 orang tewas hanya dalam satu akhir pekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa itu mendorong Presiden El Salvador Nayib Bukele mendeklarasikan 'perang melawan geng kriminal'. Kejaksaan Agung El Salvador tidak memberikan rincian tentang berapa lama persidangan akan berlangsung.
Tapi, mereka menyatakan memiliki bukti 'meyakinkan' sehingga memungkinkan penerapan hukuman maksimal bagi mereka yang terbukti bersalah. Lalu, siapa sebenarnya geng kriminal MS-13?
MS-13 merupakan geng lintas negara yang tahun lalu ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat (AS). Kelompok ini didirikan di Los Angeles, AS, pada era 1980-an oleh para imigran yang melarikan diri dari perang saudara El Salvador.
Kehadirannya kini justru lebih besar di kawasan Amerika Tengah. Kantor Kejaksaan Agung El Salvador menyatakan geng itu telah beroperasi secara sistematis selama bertahun-tahun.
"Struktur ini beroperasi secara sistematis, menebar ketakutan dan kesedihan di keluarga-keluarga Salvador," ujar Kejagung El Salvador.
Selain tuduhan pembunuhan, pemerasan, serta perdagangan narkoba dan senjata, 486 terdakwa juga menghadapi dakwaan femisida atau pembunuhan sengaja terhadap perempuan atau anak perempuan karena jenis kelamin mereka dan kasus penghilangan orang. Kejahatan-kejahatan itu disebut telah berdampak besar pada kehidupan masyarakat serta membatasi perkembangan ekonomi dan sosial negara.
Para terdakwa juga didakwa melakukan 'pemberontakan' karena berusaha mempertahankan kendali wilayah untuk membentuk semacam negara paralel. Kejaksaan Agung El Salvador menyatakan dari 486 tersangka pemimpin geng MS-13, sebanyak 413 orang sudah ditahan, sementara surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk 73 orang lainnya yang diadili secara in absentia.
Kepolisian El Salvador mengatakan pihaknya telah mengembangkan riset dan sistem pemantauan yang memungkinkan mereka untuk 'melacak, menangkap, dan mendokumentasikan aktivitas kriminal para tersangka'. Selain itu, negara tersebut berada dalam status darurat yang kontroversial sejak Maret 2022.
Status itu memperluas kewenangan aparat untuk menangkap siapa pun yang diduga terkait atau mendukung geng, sekaligus menangguhkan sejumlah hak konstitusional. Kebijakan ini telah membuat puluhan ribu orang yang diduga anggota geng ditangkap, namun kelompok hak asasi manusia (HAM) menilai langkah tersebut memicu penahanan secara sewenang-wenang.
Perubahan hukum di El Salvador juga memungkinkan digelarnya persidangan massal, seperti yang kini berlangsung terhadap ratusan tersangka MS-13.
Kejahatan MS-13
Geng yang lahir di Los Angeles pada 1980-an itu didirikan oleh imigran yang menyelamatkan diri dari perang sipil El Salvador yang lama dan brutal. Anggota lain geng itu berasal dari Honduras, Guatemala dan Meksiko.
MS adalah singkatan dari Mara Salvatrucha, kalimat kombinasi dari Mara atau geng, Salva, dari Salvador, dan trucha yang kira-kira berarti cerdas di jalanan. Angka 13 mewakili posisi M di urutan abjad.
MS-13 memiliki reputasi kekerasan ekstrem dan membunuh dengan parang. Kelompok ini berakar di kawasan yang didominasi oleh geng Meksiko dan kemudian berkembang ke berbagai bagian di AS.
Menurut FBI, geng ini sudah menyebar ke 46 negara bagian Pada 2012, Kementerian Keuangan AS menyebut geng tersebut sebagai 'organisasi kriminal transnasional'.
Ini adalah geng pertama yang menerima status tersebut dan menyamakannya dengan kartel internasional lain seperti Zeta di Meksiko, Yakuza di Jepang dan Camorra di Italia.
MS-13 dituduh merekrut remaja miskin dan berisiko. Saat bergabung dengan kelompok ini, anggota baru harus 'disergap' menerima pukulan brutal selama 13 detik.
Mereka juga wajib 'dibasahi' melakukan kejahatan dan lebih sering melakukan pembunuhan untuk kepentingan geng tersebut. Keluar dari geng tersebut juga lebih berbahaya.
Tato besar di dada membuat mereka jadi anggota seumur hidup. Beberapa faksi disebut membunuh anggota yang berusaha keluar.
Pada 2008, FBI memperkirakan anggota MS-13 berjumlah antara 6.000 sampai 10.000 orang di AS. Hal itu menjadikan mereka salah satu kelompok kriminal terbesar di AS.
Kini, organisasi tersebut lebih besar di luar AS. Penggerebekan anti-geng pada akhir 1990-an menyebabkan ratusan anggota awal geng ini dideportasi ke negara-negara Amerika Tengah, tempat mereka mendirikan 'cabang'.
Anggota organisasi ini di Amerika Tengah diperkirakan sedikitnya mencapai 60.000 orang. Polisi El Salvador menyebut pemasukan geng ini sekitar USD 31,2 juta atau sekitar Rp 400 miliar lebih. Koran El Farose menyebut bagian besar uang itu berasal dari bisnis narkoba dan pemerasan.
Motto Horor MS-13
Beberapa kasus penting yang terkait dengan geng ini termasuk pembunuhan dua siswi SMA yang diserang menggunakan parang dan pemukul bisbol saat mereka berjalan melewati kawasan geng ini di New York, AS, pada Maret 2017. Polisi menyebut peristiwa itu merupakan serangan balasan terkait perselisihan kecil.
Empat terduga anggota MS-13 dituntut atas keterlibatan dalam kasus tersebut. Sementara, dua anggota lainnya juga dituntut dalam waktu bersamaan atas tuduhan pembunuhan sesama anggota geng yang disebut telah melanggar protokol geng.
Pada bulan yang sama, dua terduga anggota geng di Houston, Texas, juga dituntut atas tuduhan penculikan tiga remaja perempuan, penyanderaan dan pemerkosaan sebelum menembak mati salah satu dari mereka di pinggir jalan.
Miguel Alvarez-Flores (22) dan Diego Hernandez-Rivera (18) tertawa-tawa dan melambai ke kamera saat muncul di pengadilan. Pakar FBI yang menyelidiki geng itu menyebut motto MS-13 adalah 'bunuh, perkosa, kendalikan'.
Pada 2017, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuding mantan Presiden Barack Obama berkontribusi pada penyebaran MS-13 di AS.
Mereka menuduh bahwa kebijakan imigrasi pintu terbuka yang dijalankan Obama mendorong pertumbuhan geng tersebut. Namun, geng ini terbentuk dan besar di AS sebelum Obama menjabat.
MS-13 sudah dianggap sebagai ancaman penting pada 1990-an dan gugus tugas khusus FBI dibentuk untuk melawan geng tersebut pada 1994.
"Kenaikan terbesar terjadi pada era Bush-Cheney ketika pendorong imigrasi di Amerika Tengah tumbuh, ketika berbagai penggerebekan akan kejahatan membuat penjara penuh sampai tak muat lagi, dan saat pendanaan akan program rehabilitasi menurun," kata peneliti di Center for Latin American and Latino Studies di American University, Fulton T Armstrong, kepada situs pengecek fakta Politifact.
"Saya belum melihat bukti bahwa pemerintahan Obama bisa disalahkan akan keberadaan atau aktivitas geng ini di AS," kata penulis buku tentang kejahatan geng AS, Ioan Grillo.
Pemerintahan Obama juga memprioritaskan deportasi anggota geng kriminal, termasuk MS-13, lewat program deportasi yang agresif.











































