"Kementerian Informasi dan Budaya sangat mengecam acara di televisi Tolo saat penyerahan anugrah film saat ditayangkan tarian itu," ujar pejabat di kementerian tersebut seperti dikutip dari AFP, Sabtu (29/3/2008).
"Kami menganggap tayangan yang memperlihatkan tarian bersama perempuan dan laki-laki itu bertentangan dengan keyakinakan dan tradisi masyarakat Islam di Afghanistan," lanjut pejabat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belasan stasiun televisi swasta bermunculan menyusul jatuhnya Taliban di Afghanistan. Saat Taliban berkuasa, mereka melarang siaran televisi yang tidak Islami ssepanjang tahun 1996-2001. (nvt/nvt)










































