"Sekitar pukul 2O.OO WIB, dia telepon. Katanya, badannya sakit dan mau ke apotek," ujar Esti yang bermuka oriental tersebut kepada wartawan di tempat kejadian peristiwa, Jalan Pedurenan, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/3/2008).
Mendapati teman hidupnya meninggal, dia tidak berhenti menangis. Tampak foto mesra keduanya dalam gantungan hand phone berbentuk hati. "Saya kenal dia sudah sembilan tahun. Dia punya anak dan istri di Medan. Orang tuanya masih di Inggris," tuturnya dengan menangis.
Perkenalan tersebut bermula saat Andrew sedang bersantai ria di resto seafood di Pluit, Jakarta Utara, sembilan tahun lalu. Setelah perkenalan itu, dia sering berkunjung ke Bandung, tempat Andrew mengajar.
Dan begitu juga sebaliknya, Andrew juga sering mengunjungi Esti di Jakarta untuk sekedar melepas kangen. "Andrew sangat baik," kenang perempuan berbaju merah bercelana ketat ini. (asp/aba)











































