"Itu biasa PKB. Itu hanya dinamika," katanya sambil tersenyum di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/3/2008).
Menurut Cak Imin, hasil voting rapat gabungan Dewan Tanfidz dan Dewan Syuro PKB pada Kamis dinihari tersebut bukan keputusan final. Hanya permintaan partai supaya dirinya mundur. Kepastian mundur atau tidaknya pun menjadi hak prerogatif dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cak Imin juga tidak tahu kenapa dirinya diminta mundur. Padahal dia telah membantah isu dirinya menggerakkan penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa (MLB ) untuk menggeser Gus Dur.
"Pleno tadi malam memang meminta saya untuk mundur. Saya sendiri tak tahu alasannya. Saya sendiri tidak pernah setuju munas itu," tandasnya. (ziz/nrl)











































