Meminta petuah atau petunjul 'orang pintar' dalam menghadapi suatu permasalahan hal yang lumrah bagi warga Hindu Bali. Mereka menganggap, 'orang pintar' yang biasanya merupakan tokoh adat setempat bisa memberikan petunjuk penting mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
"Kata 'orang pintar' yang dipanggil, Sudiksa diajak meninggal oleh pamannya (kakak ayah Sudiksa)," ujar Kepala Desa Seraya Barat Made Ripa di sela-sela persemayaman jenazah Sudiksa di Dusun Kalanganyar, Seraya, Karangasem, Bali, Rabu (26/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itulah akhirnya arwah pamannya mengajak Sudiksa," ujar Ripa.
'Orang pintar' itu juga menyarankan agar orang tua Sudiksa menggelar dua upacara kematian, masing-masing untuk Sudiksa dan pamannya. Hal ini dilakukan agar arwah keduanya tidak 'meminta' korban lagi.
"Secara psikologis, tidak mungkin Sudiksa bunuh diri. Dia anak yang baik dan periang. Dia juga tidak pernah bertingkah laku aneh belakangan ini," kata Ripa.
(djo/nrl)











































