Itulah kata-kata pilot Revri yang sempat didengar oleh tim investigasi KNKT. Menurut Mardjono, investigator KNKT, kedua pilot panik ketika innertial reference system (IRF) Boeing 737-400 yang mereka kendalikan rusak.
"Ada suara, jangan dibelokin, jangan dibelokin. Itu suara pilot. Dia pikir karena pesawatnya berbelok, rekannya telah membelokkan pesawat," cerita Mardjono kepada wartawan di Gedung Departemen Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Selasa (25/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Mardjono, ketika pesawat sudah tidak terkendali dan meluncur deras, ada bunyi peringatan yang sempat terekam cockpit voice recorder (CVR) dan flight data recorder (FDR). Namun bunyi itu tak terdengar lama.
"Mungkin tidak sengaja dimatikan. Jadi pesawat terbang tanpa dikendalikan oleh pilot secara manual. Mereka baru memegang kendali pesawat setelah meluncur 60 derajat. Jadi itu sudah terlambat," jelas Mardjono. (ana/nrl)










































