Ini dikarenakan partai milik milik mendiang Benazir Bhutto itu beserta sekutu-sekutunya memiliki suara mayoritas di parlemen.
Nama Gilani (55) diumumkan PPP pada Sabtu, 22 Maret lalu. Satu-satunya rival Gilani adalah kandidat dari partai yang pernah berkuasa di Pakistan, Pakistan Muslim League-Q yang merupakan bekas menteri kepala Provinsi Punjab, Chaudhry Pervaiz Elahi. Politikus itu merupakan pendukung kuat Presiden Pervez Musharraf.
"Kandidat partai untuk jabatan PM akan memenangi pemilihan di Majelis Nasional dengan lebih dari dua pertiga mayoritas dan dengan konsensus yang luas," kata juru bicara PPP Farhatullah Babar kepada kantor berita AFP, Senin (24/3/2008).
"Ini hari yang hebat dan awal demokrasi yang sesungguhnya di negara ini," kata Siddique-ul-Farooq, juru bicara partai Pakistan Muslim League-N pimpinan mantan PM Nawaz Sharif.
Gilani pernah mendekam di penjara selama 5 tahun terkait tuduhan korupsi yang dilontarkan rezim Musharraf. Gilani bersikeras tuduhan itu semata-mata bermotif politik.
(ita/nrl)











































