Peristiwa pengeroyokan berawal saat tiga pemuda yang diketahui bernama, Bayu, Imam dan Dendi bersama seorang wanita, tengah berada di sebuah warung di Jalan Wahidin. Namun tiba-tiba, belasan pemuda yang mengendarai belasan motor mendatangi kumpulan pemuda itu. Tanpa basa-basi, mereka langsung mengamuk dan memukuli sekelompok pemuda dengan kayu balok.
Aksi tersebut tidak berlangsung lama. Namun satu sepeda motor milik korban sempat dijadikan sasaran amukan. Sekelompok pemuda tersebut hanya mengalami luka ringan. Namun mereka tidak terima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ironisnya, saat petugas datang untuk mengamankan situasi, mereka malah memakinya. "Kamu kan polisi baru kemarin sore, pulang sana saya gak takut," kata Hadi, salah seorang saksi di tempat kejadian, yang menuturkan perkataan Bayu saat itu.
Akhirnya petugas dari Polresta Cirebon langsung mengamankan Ketiga korban sekaligus tersangka untuk dibawa ke kantor polisi. Petugas juga melakukan penyisiran dan penjagaan di lokasi kejadian mengantisipasi serangan susulan.
Dari penyisiran tersebut, polisi mengamankan sebuah helm bertuliskan XTC yang tertinggal, pecahan botol miras serta beberapa potong balok kayu yang diduga untuk menyerang korban.
"Saya gak tau apa-apa, langsung diserang dikira anggota GBR. Padahal saya cuma ingin makan," kata Bayu di Mapolresta Cirebon, Senin (24/3/2008) dini hari. Bayu nekat menghadang pengendara motor karena marah dan panik. (asy/asy)











































