Benarkah terjadi perpecahan di antara keduanya, mengingat lazimnya presiden diantar dan dijemput wapres beserta sejumlah menteri utama bila pergi atau pulang dari kunjungan ke luar negeri? Soal ini Ketua DPR yang juga politisi Golkar Agung Laksono buka suara. Kepada wartawan dia mengatakan, hubungan SBY-JK baik-baik saja.
Berikut petikan wawancara wartawan dengan Agung di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta sebelum bertolak ke Yogyakarta untuk melakukan kunjungan kerja, Sabtu (22/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nggak benar hubungan mereka tidak baik. Saya yakin hubungan mereka masih baik. Tidak menjemput itu mungkin karena ada acara yang bersamaan yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi tidak ada perpecahan itu.
SBY marah dengan tindakan itu?
Nggak ada itu (marah). Mungkin itu baru isu. Baru konon.
Bapak sudah komunikasi dengan JK?
Tidak, belum.
Apa alasan JK yang tidak menjemput SBY yang bisa diterima? Ada acara apa?
Kalau itu tanya sendiri sama Pak JK. Saya yakin beliau begitu karena ada acara yang tidak bisa ditinggalkan. 2 orang itu negarawan sejati. Jadi tidak mungkin akan berseteru. Itu hanya dinamika politik saja.
Dinamika menuju rivalitas?
Ya dinamika politik saja, biasa. Komitmen Partai Golkar tetap mengawal pemerintahan ini sampai akhir.
(nvt/nvt)










































