Peristiwa berdarah ini terjadi di Jalan Pulau Bangka V nomor 2, Denpasar, Bali pada Kamis 20 Maret 2008 pukul 04.30 WIB. Kandra yang hilang ingatan mengambil kapak lalu menyerang keluarganya.
Korban pertama yang diserang Kandra adalah sang kakek, Made Resep. Kandra menebas kepala bagian belakang kakeknya. Resep yang sedang tertidur nyenyak pun tidak dapat melawan dan meninggal dunia.
Tidak hanya menghabisi kakeknya, Kandra meneruskan aksinya dengan menebaskan kapak ke lengan bagian kiri kakaknya, I Wayan Kardika (28).
Sang keponakan I Gede Darsana yang masih berusia 2 tahun pun tidak luput menjadi korban. Darsana terluka di pelipis mata bagian kiri.
Aksi membabi buta Kandra akhirnya dilerai aparat kepolisian. Bukan meredam aksinya, Kandra justru bertambah beringas. Personel polisi, Aiptu Wayan Berata, juga menjadi korban keganasan Kandra.
"Anggota yang mencoba mengambil kapak tetapi terkena sabetan. Syukur bukan mata kapak yang menyayat perut sehingga hanya luka kecil," kata Kapolsek Denpasar Selatan AKP Putu Gunawan, Jumat (21/3/2008).
Kandra akhirnya dapat diamankan dan digelandang ke Polsek Denpasar Selatan, Sanur, Bali.
Kandra sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Jiwa Bangli. Pria ini kabur dari rumah sakit itu pada 10 Maret 2008 dan menginap di rumah kerabatnya pada 18 Maret 2008. (gds/aan)











































