Horta mengatakan, dirinya masih akan berada di Australia selama beberapa minggu untuk melakukan terapi menyusul percobaan pembunuhan yang menimpanya pada 11 Februari lalu.
Selama di Australia, Horta dirawat di dua rumah sakit di Darwin, Australia utara. Saat akan meninggalkan RS Darwin Private, Horta memberikan hadiah berupa kopi Timor untuk para dokter dan perawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingat semua detail dari momen saya tertembak.... dan kemudian saya tiba di sini di tangan kalian. Saya berterima kasih pada Anda semua," tutur Horta seraya menangis.
Juru bicara rumah sakit Michelle Foster mengatakan, meski tidak lagi dirawat inap, namun Horta masih akan menjalani beberapa fisioterapi dan para dokter akan terus memonitornya. (ita/nrl)











































