"Katanya pernah ketemu di kantornya (Gedung Bundar Kejaksaan Agung)," kata Jamwas MS Rahardjo dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (18/3/2008).
Saat itu, lanjut dia, penyelidik kasus BLBI mengagendakan pemeriksaan terhadap konglomerat yang juga pemilik Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim. Bukan Sjamsul yang datang, namun justru Artalyta yang nongol di kantor Kemas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelusuran detikcom, Sjamsul dipanggil Kejagung pada 17 Januari 2008 lalu. Namun Rahardjo tidak dapat memastikan tanggal pertemuan Kemas dan Artalyta di kantor Kemas. "Saya harus buka berkas dulu," ujarnya.
Meski mengakui mengenal Artalyta, namun di hadapan tim pemeriksa, Kemas menyangkal pernah pelesir ke resor Artalyta di Pulau Lelangga Kecil, Lampung.
"Sepanjang keterangan yang disampaikan kepada tim, dia mengaku tidak pernah ke sana," kata Rahardjo.
(fiq/nrl)











































