Putri Thailand Meninggal, Suksesi Raja Jadi Tanda Tanya Besar

Putri Thailand Meninggal, Suksesi Raja Jadi Tanda Tanya Besar

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 12 Jun 2026 11:07 WIB
Warga Thailand memeluk foto Putri Bajrakitiyabha yang meninggal dunia di usia 47 tahun (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Warga Thailand memeluk foto Putri Bajrakitiyabha yang meninggal dunia di usia 47 tahun (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Bangkok -

Wafatnya Putri Thailand Bajrakitiyabha, yang merupakan anak sulung Raja Maha Vajiralongkorn, meninggalkan pertanyaan tak terjawab mengenai suksesi kerajaan. Sosok Putri Bajrakitiyabha, atau akrab disapa Putri Bha, dipandang sebagai figur paling menjanjikan untuk menggantikan ayahnya nanti.

Kerajaan Thailand mengumumkan Putri Bha meninggal dunia dalam usia 47 tahun pada Kamis (11/6) malam, saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Memorial King Chulalongkorn. Putri Bha meninggal setelah menderita koma selama 3,5 tahun terakhir.

Dia koma setelah jatuh pingsan pada Desember 2022 ketika sedang mengajak anjing-anjing peliharaannya berolahraga. Dokter yang menanganinya menduga penyebabnya adalah detak jantung yang sangat tidak teratur, yang disebabkan oleh infeksi mikoplasma di jantungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan meninggalnya Putri Bha, seperti dilansir BBC dan New York Times, Jumat (12/6/2026), Kerajaan Thailand telah kehilangan anggotanya yang paling berprestasi, dan seseorang yang mungkin memainkan peran penting dalam suksesi yang masih belum jelas.

Putri Bha merupakan anak tertua dari tujuh anak Raja Vajiralongkorn. Kemampuan dan prestasinya, termasuk pernah menjadi diplomat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan di Austria, serta kepercayaan yang tampaknya diberikan ayahnya kepadanya, menjadikan sosok Putri Bha sebagai topik spekulasi yang tak terhindarkan untuk suksesi kerajaan.

Raja Vajiralongkorn, yang kini berusia 73 tahun, belum secara resmi menunjuk ahli waris takhta. Adat yang berlaku dalam Kerajaan Thailand menetapkan bahwa ahli waris takhta harus berjenis kelamin laki-laki. Tetapi amandemen konstitusi tahun 1974 mengizinkan perempuan untuk naik takhta, jika tidak ada penerus lainnya.

Raja Vajiralongkorn memiliki lima anak laki-laki, namun empat anak laki-laki dari pernikahan keduanya tidak diakui olehnya pada tahun 1996 dan tinggal bersama ibunda mereka di Amerika Serikat (AS).

Anak laki-laki kelima dari Raja Vajiralongkorn, Pangeran Dipangkorn, yang kini berusia 21 tahun dianggap sebagai ahli waris takhta yang sah. Namun, muncul pertanyaan tentang kemampuannya untuk menjalankan peran sebagai raja.

Bagi banyak pendukung setia Kerajaan Thailand, Putri Bha dianggap sebagai figur yang paling menjanjikan untuk menggantikan ayahnya, baik sebagai Ratu atau sebagai Wali atau Pemangku Raja untuk membantu Pangeran Dipangkorn.

Suksesi di Kerajaan Thailand tidaklah otomatis, dan Raja Vajiralongkorn diizinkan untuk menunjuk ahli waris takhtanya sendiri.

Kepergian Putri Bha dinilai memperumit masalah suksesi yang sudah rumit dalam Kerajaan Thailand, terutama karena Raja Vajiralongkorn belum secara terbuka menunjuk ahli waris takhta.

Beberapa analis melihat Putri Bha sebagai kandidat potensial untuk menjadi Ratu Thailand yang pertama karena silsilah keluarganya. Dia juga merupakan satu-satunya anak yang lahir dari Raja Vajiralongkorn dan istri pertamanya, Putri Soamsawali, yang juga sepupu raja.

Di kalangan loyalis kerajaan, Putri Bha juga dipandang secara luas sebagai sosok yang dapat mengembalikan rasa hormat kepada keluarga kerajaan yang kini mulai terkikis di kalangan muda Thailand.

"Dia adalah harapan yang dapat membawa keluarga kerajaan ke masa depan," kata seorang dosen Universitas Ramkhamhaeng Thailand, Kasidit Ananthanathorn, yang mempelajari monarki.

Lihat juga Video Kondisi Medis Putri Thailand Sebelum Meninggal Dunia Kamis Malam

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait