Agenda utama SBY pada kesempatan itu adalah untuk menengok ratusan WNI yang bekerja di kapal pesiar mewah tersebut. Maklum saja, lebih dari separuh awak MSC Musica adalah WNI. Karena itulah, kapal ini bisa disebut 'Kampung Indonesia di Laut Adriatik'.
Seperti dilaporkan wartawan detikcom Luhur Hertanto yang sedang mengikuti lawatan Presiden SBY di Dakkar, jumlah WNI yang bekerja di tempat ini mencapai sekitar 500 orang. Ada yang berasal dari Bali, Tangerang, Depok, Madura dan Bantul. Sebagian besar bekerja di bagian services, cabin stewardress, waitress dan mekanik.
Kebanyakan mereka baru dua bulan bekerja di hotel terapung tempat menginap sebagian besar anggota delegasi dan wartawan peliput KTT IX OKI (Organisasi Konferensi Islam) itu. Sebelum itu mereka telah bertahun-tahun malang melintang di 10 kapal pesiar lain yang juga dioperasikan oleh perusahaan pelayaran cargo Italia tersebut.
Biasanya kapal pesiar yang berbasis di Venice, Italia, ini melayani jalur pelayaran wisata di seputar laut Adriatik sampai Kaspia. Rute wisata favorit para wisatawan Eropa adalah Italia-Yunani-Santorini-Kroasia-Mesir.
Tetapi saat Eropa berlangsung musim dingin, rute wisata dialihkan ke Amerika yang juga daerah tujuan wisata favorit turis Eropa. Seperti ke Miami, Florida dan Kepulauan Bahama. (lh/asy)











































