Hal itu diungkapkan Sukardi Rinakit peneliti dari Soegeng Sarjadi Syndicate, dalam kuliah umum di Program Pascasarjana Ilmu Politik Lokal dan Otonomi Daerah di gedung Pusat Antar Universitas (PAU) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur Yogyakarta, Kamis (13/3/2008).
"Tokoh-tokoh lama seperti Megawati, SBY, Wiranto masih akan mendominasi dalam pemilu mendatang. Hampir tidak mungkin akan ada tokoh muda, sehingga Indonesia akan sulit maju," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lihat saja sekarang, keinginan mereka (tokoh tua) masih kuat. Kecil kemungkinan tokoh muda muda. Kalaupun ada kesempatan dari tokoh muda yang akan muncul, tapi mereka tidak dari parpol," kata Sukardi.
Menurut Sukardi, tokoh muda baru akan muncul setelah Pemilu 2009, yakni ketika tokoh tua yang kembali berkuasa tidak akan mampu lagi mengatasi persoalan.
"Pemilu 2009 akan menjadi masa transisi. Kalau nanti terbukti golongan tua tidak bisa apa-apa, lebih baik yang muda cepat muncul. Itu akan jadi momentum yang sangat bagus," katanya.
Disamping itu, sambung Sukardi, masyarakat perlu mendorong tokoh-tokoh lokal yang mempunyai prestasi. Nama-nama seperti Sultan Hamengku Buwono X, Mantan Gubernur DKI Sutiyoso dan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad dinilai layak untuk masuk ke bursa.
"Mereka-mereka itu punya kans kuat sehingga perlu didorong untuk bisa muncul ke tingkat nasional dan bisa memberikan harapan baru bagi rakyat," pungkas Sukardi. (bgs/djo)











































