Balada Pengobatan Gratis di Palembang

Balada Pengobatan Gratis di Palembang

- detikNews
Rabu, 12 Mar 2008 18:12 WIB
Palembang - Pemkot Palembang menutup sejumlah pengobatan gratis yang 'disponsori' Bupati Musi Banyuasin Alex Nordin. Benarkah hal ini karena sekadar masalah izin atau terkait kampanye? Pencekalan atau pelarangan terhadap pengobatan gratis itu lantaran pihak panitia tidak memiliki izin dari pemerintah Palembang. Sementara pihak panitia ngotot bahwa kegiatan sosial seperti pengobatan gratis tidak perlu izin. Akibatnya sejumlah tenda atau lokasi pengobatan gratis di sejumlah tempat dibongkar paksa oleh aparat pemerintah setempat, seperti lurah dan camat.

Pengobatan gratis yang dicekal itu antara lain di RT 45, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, dan di Kelurahan Kemas Rindo, Kertapati, Palembang pada Sabtu (8/03/2008) lalu, Di Kertapati, sejumlah petugas berseragam Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang, membubarkan kegiatan pengobatan gratis dan khitanan massal tersebut.
 
Benarkah pencekalan itu murni persoalan izin? Bisa ya, bisa tidak. Polemik terjadi antara pemerintah Palembang dan kepolisian. Menurut Sekretaris Daerah Palembang Marwan Hasmen kepada pers, di kantor Pemerintah Palembang, Jalan Merdeka Palembang, Selasa (11/03/2008), setiap kegiatan masyarakat harus mengajukan perizinan kepada walikota melalui instansi yang berkaitan. Misalnya pengobatan gratis harus mengajukan perizinan ke Dinas Kesehatan.
 
"Dinas masing-masing memberikan rekomendasi, sesuai bidangnya. Rekomendasi tersebut, terserah pada instasi masing-masing, diizinkan atau tidak, dengan alasan rekomendasi mereka," kata Marwan.
 
Artinya, kata Marwan, pihaknya tidak melarang kegiatan apa pun di masyarakat, termasuk bakti sosial dan pengobatan gratis. Hanya kegiatan itu harus memberitahu instansi terkait.
 
Hal senada dikatakan Wakil Ketua DPRD Palembang Hamzah Sya’ban. Menurut Ketua DPC PDIP Palembang ini, kegiatan pengobatan gratis tidak dilarang di Palembang tapi harus mendapatkan izin dalam rangka pengawasa. Izin ini gunanya mencegah pengobatan yang tidak terkontrol. "Izin itu merupakan kontrol dari pemerintah," katanya.
 
Sikap tersebut berbeda dengan Kepolisian Daerah Sumatra Selatan. Menurut Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Abusopah Ibrahim, mengatakan kepolisian tidak pernah mengeluarkan izin kegiatan sosial seperti pengobatan gratis. Tapi, jika kegiatannya mengganggu masyarakat atau membuat macet jalan maka polisi bisa bertindak.

"Yang pasti untuk silahturahmi dengan masyarakat, siapa pun orangnya asalkan tidak ada unsur menghina, memfitnah, atau mengganggu tidak ada masalah," katanya.
 
Jadi, tampaknya pelarangan kegiatan berobat gratis itu lebih besar bernuansa politis. Apalagi berdasarkan catatan detikcom, selama ini tidak pernah ada pelarangan terhadap kegiatan berobat gratis di Palembang, sebelum kasus yang dialami Alex Noerdin.
 
Sebagai informasi, Alex Noerdin selain sebagai bupati Musi Banyuasin adalah Ketua DPD Partai Golkar Sumsel. Menghadapi Pilkada Sumsel 2008-2013 Alex akan maju sebagai bakal calon dari Partai Golkar. Dia akan bertarung dengan Syahrial Oesman, Gubernur Sumsel periode 2003-2008, yang kemungkinan besar akan diusung PDIP dan PKS. Walikota Palembang Eddy Santana Putra merupakan Ketua DPD PDIP Sumsel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asumsinya, Alex dilarang melakukan kegiatan tersebut lantaran dilihat sebagai kompetitor politik.
 
Namun, harus diakui, kegiatan berobat gratis yang dilakukan Alex Noerdin memang nyaris seperti berkampanye. Di lokasi pengobatan, selain dipenuhi spanduk, baleho, stiker yang menampilkan wajah Alex juga diikuti dengan tulisan, "Pelopor Berobat Gratis & Sekolah Gratis". Tulisan itu juga kita temukan di halaman depan sejumlah koran lokal sebagai iklan  banner di kaki atau di tengah halaman.
 
Apalagi, sejumlah pihak bertanya, kenapa Alex getol melakukan kegiatan berobat gratis di Palembang padahal dia adalah bupati Musi Banyuasin? Mengapa tidak dilakukan di Musi Banyuasin? Soal jawabannya hanya Alex yang tahu.
 
"Soal itu kami tidak tahu. Itu urusan wong besar. Kami ini yang penting dapat berobat gratis," kata Sulas (41), warga 27 Ilir Palembang.
 
"Kalau soal milih, nantilah. Kita lihat dulu. Tapi, semua kebaikan pemimpin kita terima," lanjutnya.
 
Bagaimana dengan Syahrial Oesman? Para pendukung Alex Noerdin mengatakan Syahrial Oesman juga melakukan kampanye dengan sejumlah programnya. Salah satu yang dituduhkan yakni soal kegiatan pasca Sriwijaya FC meraih Piala Liga dan Piala Copa, berupa acara pawai keliling kota dan kabupaten, serta pemotretan bersama Syahrial Oesman dan dua piala itu. Kampanye lainnya yakni saat mengunjungi warga di pelosok-pelosok Sumatera Selatan dalam rangka kunjungan kerja.
 
Selain berobat gratis, Alex maupun pendukungnya juga menggelar sejumlah kegiatan berbau gratis, seperti pelatihan gratis dan nonton film Ayat-Ayat Cinta gratis di Studio 21. (tw/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads