"Saya bisa menghasilkan Rp 1 miliar setahun," kata pendaki yang akan menaklukkan 7 puncak tertinggi di dunia, Franky Kowaas, di Gedung Depbudpar, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (12/3/2008).
Bermodal kemampuannya, pemandu puncak Carstensz Pyramid, Papua, itu bisa menghidupi istri dan kedua anaknya. Bahkan kebutuhan tertier mereka dapat terpenuhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya berapa biaya menyewa pemandu, Franky enggan menjawab. Dia hanya mengilustrasikan jasa seorang pemandu di puncak lainnya, dipatok US$ 18.500.
"Besar, kan? kalau saya sih cuma separuhnya. Dipotong sana sini. Ya kira-kira seperlimanya deh. Tapi kalau sebulan ada 30 orang bisa banyak," ujar pria asal Sulawesi Utara ini.
Kini Franky menggawangi bisnis pendakian di bawah bendera Manado Adventure. Semua itu menurut dia, tidak berlangsung mulus pada awalnya. Profesi pendaki kerap dianggap hanya buang-buang waktu dan uang saja.
"Tapi sekarang saya bangga, saya menunjukkan bahwa mendaki gunung bukan kegiatan yang negatif. Dulu dosen saya bilang jangan ikuti saya, sekarang dia ubah, mencontoh saya," pungkasnya.
(ptr/ana)











































