RDP dimulai pada Rabu 5 Maret 2008 pukul 09.30 WIB. Meski demikian skors beberapa kali dilakukan yakni pukul 12.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, serta pukul 16.30 WIB sampai 19.30 WIB.
Pada sesi kedua, anggota Komisi III yang semula berjumlah sekitar 30 orang, hanya tersisa 15 orang. Banyak kursi anggota Dewan yang kosong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pimpinan rapat, Trimedya Pandjaitan bahkan sempat salah sebut saat rapat memasuki agenda kesimpulan. Saat itu, anggota Komisi III Aulia Rahman dinilai Trimedya memberi masukan terlalu panjang.
Trimedya pun memotong kata-kata Aulia. "Sebentar Pak Panda Nababan, kita berikan kesempatan kepada pemerintah. Eh Pak Aulia," ucap dia yang buru-buru meralat kesalahannya. Peserta rapat pun tak bisa menyembunyikan tawanya.
Jaksa Agung Hendarman Supandji yang paling banyak bicara dalam rapat juga tampak kelelahan. Ketika diminta menjelaskan kasus Bank Mandiri, dia pun meminta anak buahnya untuk berbicara.
"Saya sudah pusing ini. Saya serahkan kepada Jampidsus," cetusnya sambil memegang kening.
Jampidsus Kemas Yahya Rahman pun ambil kendali. Dia membeberkan, Bank Mandiri ada 6 kasus. 1 Kasus yang melibatkan ECW Neloe dan telah diputus bisa digunakan untuk membuka 5 kasus kredit macet lainya di Bank Mandiri antara lain yang melibatkan PT Kiani Kertas, Oso Bali Cemerlang, dan PT Lativi.
"Dari 5 kasus, ada 3 kasus yang telah dinaikkan ke tahap penuntutan," jelas Kemas.
Pun saat Hendarman mendapat pertanyaan tentang korupsi pembangunan Kantor Kabupaten Bukit Pelangi, Kutai Timur, Kaltim yang diduga melibatkan Bupati Kutai Timur Awang Faroek Ishak. Kasus tersebut sekarang sedang disidik Kejagung.
Karena sudah kelelahan, Hendarman menyerahkan kepada Direktur Penyidik pada Jampidsus M Salim untuk menjelaskan. "Saya persilahkan untuk direktur untuk menjelaskan kasus itu," kata dia sambil melihat ke arah anak buahnya.
Merah dan Kuning
Meski lelah, namun guyonan masih juga terdengar dari ruang rapat Komisi III DPR. Seperti saat suara anggota DPR Aulia Rahman tidak terdengar ketika menyampaikan usul lantaran pengeras suaranya tidak menyala.
"Pak yang merah dinyalakan," ujar Trimedya.
"Saya bukan merah tapi kuning," celetuk Aulia yang memang berasal dari Partai Golkar ini. Gerrr, tawa peserta rapat pun terdengar.
Senyum tersungging dari beberapa peserta rapat saat Trimedya bersiap menutup rapat. "Selama 14 jam 23 menit raker kita. Dari pagi, siang, hingga malam hari ini. Sekarang saya tutup," ucapnya mantap, Kamis (6/3/2008) pukul 00.30 WIB.
(nvt/ptr)











































