Bekas anggota MPR dari Fraksi Utusan Golongan ini, memproklamirkan partai NKRI, 18 Juli 2006, tujuh bulan setelah ia mengembalikan kartu anggota ke DPP Partai Demokrat. Alasan Sys waktu itu, ia cabut dari PD, karena ia sudah tidak nyaman lagi bernaung di parpol yang telah mengantarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke kursi presiden.
"Saya sudah tidak sepaham. PD sudah tidak sesuai dengan waktu didirikan," ujar Sys di depan puluhan wartawan hiburan, 25 November 2005.
Setelah hengkang dari PD, Sys membentuk sebuah organisasi bernama Barisan Orang Muda (BOM). Organisasi ini, dikatakan Sys berisi orang-orang muda kreatif. Dari situ kemudian lahir sebuah partai yang membidik kalangan muda dan perempuan sebagai pendukungnya.
Bisa dibilang Sys ingin menampilkan corak partai besutannya, sebagai partai anak muda yang gaul. Ia punya alasan dengan segmennya itu. "Sejarah telah membuktikan bahwa selama ini anak-anak mudalah yang telah banyak bertumpah darah, berkorban tanpa pantang menyerah, dan sebagai ujung tombak perjuangan, menuju Indonesia yang Adil, Makmur, Aman Sentosa," paparnya.
Kalangan muda pula, imbuh Sys, yang selalu mendesak dirinya untuk membuat partai. Mereka, kata Sys, menginginkan bunda pertiwi tidak menangis kembali. Salah satunya, dengan lepasnya beberapa pulau dari republik ini. Semangat kesatuan itu kemudian melatarbelakangi penamaan partai NKRI. Di samping namanya mudah diingat.
Untuk lambangnya, Sys mendesain burung nagaruda, yakni gabungan antara naga dan burung garuda, sebagai pilihan. "Naga adalah sebuah legenda petarung yang kuat. Sedangkan garuda adalah lambang dari negeri ini " kata Sys kepada detikcom.
Ideologi yang digadang Sys terlihat akomodatif, yakni mengayomi semua golongan, agamis, nasionalis, dan modernis. Semua elemen ini ia padukan sesuai dengan visi dan misi partai, yang bertujuan menyatukan semua elemen bangsa, terutama generasi muda untuk bersatu.
Simbol kesatuan yang disebut Sys, juga tercermin dari lukisan besar yang ada di ruang utama DPP NKRI. Di lukisan itu tergambar seluruh presiden yang pernah memerintah negeri ini sedang bermain kulintang.
Di bagian tengah ada Soekarno dengan pakaian kebesarannya yang berjas putih dengan peci hitam. Sebelah kanan Soekarno ada Megawati mengenakan busana merah. Di sebelah kiri, ada Soeharto. Sedangkan Gusdur dan Habibie berada di belakang Megawati dan Soeharto. Sementara Presiden SBY berada di pojok sebelah kanan. Mereka terlihat sedang tersenyum.
Tapi untuk mengusung cita-cita Sys bukan perkara mudah. Apalagi dengan kendaraan politik yang masih hijau, seperti NKRI. Bahkan ia sempat dituduh sengaja mendirikan partai untuk mencari keuntungan finansial semata. "Tidak benar itu. Partai ini dananya dari kocek anggota secara patungan. Partai ini adalah partai tergembel se-Asia Tenggara" tegas Sys.
Sekalipun Sys mengklaim partainya yang terbokek, tetap saja partainya lolos proses verifikasi Depkum HAM. Sebab DPC partai NKRI sudah menyebar ke seluruh pelosok negeri. Untuk bisa begini, Sys mengaku menerapkan sistem getuk tular, yakni mengajak teman-teman yang ia kenal sewaktu masih jadi penyiar radio untuk membantu. Selain itu, deretan orang sakit hati yang keluar dari Partai Demokrat juga banyak membantu. (ron/ddg)











































