"Kita ingin menghindarkan voting itu, walaupun tidak tabu dalam demokrasi. Tapi musyawarah itu yang terbaik," kata Mensesneg Hatta Radjasa, di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (28/2/2008).
Menurut Hatta, pemerintah sungguh berharap RUU Pemilu dapat selesai. "Kita harap sisa waktu ini ada titik temu yang baik," imbuhnya.
Pemerintah lanjut Hatta menghendaki ada UU baru yang bisa melandasi Pemilu 2009 dengan lebih baik. UU Pemilu yang baru nanti diharapkan kompatibel juga dengan UU 22/2007 tentang KPU.
"Kita harap ada UU baru yang lebih baik, transparan, akuntabel dan menjamin pemilu lebih murah," pungkasnya. (fay/ana)











































