Duet Srikandi Mega-Meuthia Potensial Sedot Dukungan

Duet Srikandi Mega-Meuthia Potensial Sedot Dukungan

- detikNews
Rabu, 27 Feb 2008 09:40 WIB
Duet Srikandi Mega-Meuthia Potensial Sedot Dukungan
Jakarta - Wacana duet Megawati-Meuthia Hatta diprediksi akan banyak menarik dukungan dari para pemilih perempuan dan kelompok ideologis pendukung sang proklamator Soekarno-Hatta.

"Secara simbolik dan sosiologis, kedua tokoh akan sangat kuat menarik pemilih perempuan dan pendukung setia Proklamator karena diasumsikan dapat mengulang sejarah duet Soekarno-Hatta. Tapi data survei per Desember 2007, Bu Meuthia belum muncul sebagai cawapres," kata Direktur Indo Barometer M. Qodari pada detikcom, Rabu (27/2/2008).

Menurut Qodari, jika Meuthia ingin serius menjajal kekuatan politiknya dalam Pilpres 2009, dari sekarang harus mulai mempersiapkan diri. Salah satunya dengan keluar dari Kabinet Indonesia Bersatu untuk konsolidasi menghadapi 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kendala Bu Meuthia sekarang ada di pemerintahan. Partainya, PKP, juga merupakan partai pendukung SBY yang pertama pada Pilpres 2004 lalu," terang Qodari.

Selain hambatan internal, duet Mega-Meuthia juga akan sedikit terhambat dari internal PDIP. Alasannya kecenderungan elit-elit PDIP sekarang yang menginginkan pasangan Mega berasal dari kelompok agama dan militer.

"Di kalangan elit politik PDIP cukup kuat arus yang menginginkan pasangan Megawati yang merupakan representasi kaum nasionlis dipasangkan dengan tokoh agama dan militer. Sementara, Meuthia kan juga representasi kaum nasionlis. Ini tantangannya," papar Qodari.

Meski demikian, wacana duet putri Proklamator ini sangat menarik dilanjutkan karena perilaku pemilih saat ini sudah berubah. Keberagaman perilaku pemilih dari alasan fanatisme tokoh sampai alasan profesionalisme dan kapabilitas cukup kondusif dalam peta Pilpres 2009.

"Alasan orang memilih capres dan cawapres sekarang kan beragam. Dari yang primordial, psikologis, ideologis sampai pertimbangan kapabilitas dan kompetensi. Duet perempuan-perempuan juga hal yang baru. Jadi menarik ini," pungkasnya.

(yid/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads