Tak Ada Dana, 34 Bus Sekolah Jakarta Dikandangkan

Tak Ada Dana, 34 Bus Sekolah Jakarta Dikandangkan

- detikNews
Senin, 25 Feb 2008 16:26 WIB
Jakarta - Penyelenggaraan bus sekolah gratis di Jakarta hanya mampu bertahan kurang dari 6 bulan. Gara-gara tidak ada dana, pihak penyelenggara menghentikan operasional bus itu.

Bus sekolah yang mencapai 34 unit itu pun dikandangkan sejak Desember 2007.

Kepala Dishub Pemprov DKI Jakarta Nurachman mengungkapkan, pihaknya tidak memiliki dana untuk meneruskan kontrak dengan pihak penyelenggara sehingga terpaksa menghentikan operasional bus yang dananya diambil dari APBD itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mau bayar pakai apa, sampai sekarang anggaran belum keluar dan itu harus dilakukan pelelangan," ungkap Nurachman di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (25/2/2008).

Dia mengatakan, pengoperasian bus sekolah tidak dapat dilakukan tanpa ada peraturan. Karenanya, dia menekankan perlunya aturan yang tepat untuk mengoperasikan kembali bus sekolah. Kontrak pertama pengoperasian bus itu berakhir Desember 2007 lalu.

Saat ditanya berapa nilai kontrak pengoperasian bus itu, Nurachman mengaku tidak tahu. "Nggak hafal," katanya.

Bus sekolah pertama kali diluncurkan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada 19 Juli 2007.

Bus sekolah itu melayani empat rute. Rute I melayani Kemayoran - Lapangan Banteng, rute II (Tanjung Priok - Kelapa Gading - Pulogadung), rute III (TMII - Kampung Melayu), rute IV (Pasar Minggu - CSW - Kebayoran Baru). Tiap rute dioperasikan 5-6 armada.

Jam operasinya tiga kali dalam sehari, yakni pukul 05.30 WIB-11.00 WIB, pukul 13.00-15.00 WIB, dan pukul 16.00-18.00 WIB. (umi/sss)


Berita Terkait