"Untuk ada contra flow, di setiap persimpangan dan ruas tertentu satgas di lapangan harus mengatur jangan sampai ada kendaraan lain masuk, kalau ada yang masuk bahaya juga," ujar anggota Dewan Transportasi Kota (DTK) DKI Sutanto Suhodo dalam perbincangannya dengan detikcom, Senin (25/2/2008).
Menurut Sutanto, saran busway melawan arus pernah diutarakannya kepada Pemprov DKI. Penerapan busway melawan arus hanya untuk koridor yang memiliki dua jalur selain jalur busway.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Sutanto, busway melawan arus semata-mata hanya untuk mengatasi penyerobot jalur busway. "Penyerobot akan berpikir dua kali untuk masuk jalur busway karena berbahaya," kata lulusan S2 dan S3 dari Negara Sakura ini.
Namun, Sutanto menyarankan Pemprov DKI memikirkan matang-matang sebelum busway melawan arus diterapkan.
"Lebih baik diterapkan sistem buka tutup. Tapi kalau harus diterapkan, maka sosialisasi terlebih dulu, biar masyarakat terbiasa," kata dia.
Tahun lalu busway melawan arus pernah diterapkan di sejumlah koridor. Namun uji coba ini dihentikan karena ketiadaan rambu pemberitahuan busway melawan arus. (nik/nrl)











































