Sudah tiga hari ini, Ibu Maimunah (45) warga Desa Pelintung Kecamatan Mambang Kampai, Kota Dumai meninggalkan rumahnya. Ia bersama anak-anaknya serta warga lainnya mengungsi ke rumah sanak familinya yang masih dalam kecamatan yang sama.
Warga mengungsi karena kecemasan mereka akan ancaman rumah yang terbakar akibat rembetan api dari kebakaran hutan dan lahan yang sudah memasuki dua pekan ini. Setidaknya di desa mereka, puluhan rumah penduduk sudah dikepung kobaran api dari rembetan kebakaran hutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau para kaum hawa ini mengungsi, namun para suami mereka tetap bertahan di rumah masing-masing. Mereka menjaga agar api tidak menjalar ke rumah. Sebaran api sebagian memang sudah membakar halaman rumah penduduk.
Β
"Bagaimana kami mau nyaman, rembetan api sudah membakar halaman rumah kami. Kebun nenas kami yang ada di pelataran rumah sudah hangus terbakar semua. Anak istri kami mengungsi, tinggal kami yang menjaga rumah agar tidak terbakar," kata Imron (41) salah seorang warga lainnya.
Imron serta warga lainnya, dalam mengamankan rumah mereka menggunakan alat seadanya. Hanya bermodalkan air dalam ember serta ranting pohon untuk memadamkan api.
Wakil Walikota Pemkot Dumai, Sunaryo saat dihubungi detikcom, membantah bila ada warganya yang mengungsi akibat kebakaran hutan adan lahan. "Tidak benar ada warga kami yang mengungsi. Soal Wrga desa Pelintung itu, kami sudah menurunkan tim pemadam kebakaran di sana. Dan api sudah dapat kita kendalikan," kata Sunaryo.
Dia menyebut, saat ini kobaran api yang merembet ke rumah-rumah penduduk sudah dapat dikendalikan tim pemadam kebakaran. Walau demikian kobaran api di lahan yang terbakar masih terjadi di sana-sini.
Β
"Tapi yang terbakar saat ini lokasinya sudah jauh dari pemukiman penduduk. Kita tengah mengupayakan semaksimal mungkin untuk memadamkan kobaran api di lahan bergambut itu," tegas Sunaryo. (cha/djo)











































