Burhan & Pengacara Dipisahkan Kaca Saat Diperiksa KPK

Burhan & Pengacara Dipisahkan Kaca Saat Diperiksa KPK

- detikNews
Rabu, 20 Feb 2008 14:13 WIB
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah dan penasihat hukumnya tidak dapat berdampingan saat diperiksa KPK. Kaca tebal membuat mereka tidak bisa berbicara langsung dan bersentuhan.

"Sekarang antara penasihat hukum dengan orang yang diperiksa terpisah dengan kaca. Total. Tidak di sampingnya dan tidak bisa bersentuhan. Jadi ada 2 ruangan yang dipisahkan dengan kaca yang cukup tebal," kata penasihat hukum Gubernur Bank Indonesia Buhanuddin Abdullah, M Assegaf, di Gedung KPK,Β  Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2008).

Dikatakan dia, ada 2 penyidik dengan laptopnya memeriksa Burhanuddin di lantai 7 itu. Di ruangan masing-masing itu ada fasilitas sound system. "Sehingga omongan yang ada di ruang sebelah bisa terdengar dan omongan kita bisa terdengar," tutur dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, KPK meminta tidak ada yang secara langsung mendampingi. "Bahkan ketika kita mengajukan permohonan. Pak, nanti kalau mau membuka dokumen sebaiknya ada yang membantu biar cepat. Ada salah seorang pembantu Pak Burhan sudah siap dengan dokumen-dokumen yang tebal, nanti kalau diminta supaya gampang. Itu pun tidak diizinkan," curhat Assegaf.

Apa ini menyulitkan Burhanuddin? "Sebetulnya bukan menyulitkan tetapi memang aturannya begitu. Kita justru membawa orang itu untuk mempermudah, untuk memperlancar sebab seorang gubernur tidak mungkin mencari-cari, tidak hafal letaknya. Jadi kita siapkan ternyata penyidik punya pertimbangan lain ya kita hormati saja," sahut Assegaf yang baru pertama kali mendampingi pemeriksaan di gedung baru KPK ini.

"Mendampingi kan ada ketentuannya, tidak intervensi, mengganggu proses pemeriksaan. Oleh karena itu mungkin menurut mereka (KPK) yang baik adalah dipisah seperti itu," lanjut dia.

Assegaf mengatakan Burhanuddin saat diperiksa belum memerlukan konsultasi dengan penasihat hukumnya.

"Tetapi ketika diperiksa, karena keadaan terpisah tadi kita tanya ketok kaca. Tok...tok...," ujar Assegaf seraya tangannya memperagakan mengetok kaca. (aan/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads