"Mengapa (waduk dibangun), tolong ini ditulis dengan huruf besar karena kalau ada hujan lokal yang deras, saya tidak mau disalahin lagi. Kita sudah rencanakan ini, cuma jangan dikentat kentit dong pelaksanaannya," kata Fauzi.
Hal ini disampaikan Fauzi usai rapat pembahasan tentang Rencana Pembangunan Daerah Pembangunan Jangka Menangah tahun 2007-2012 di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2008).
Menurut dia, di sepanjang Banjir Kanal Barat (BKB) juga dibangun waduk-waduk seperti Waduk Melati, Pluit, Sunter, Sunter Utara, dan pompa Tarakan. "Itu semua disiapkan meski sudah ada BKB. Hal yang sama harus disiapkan di daerah timur. Itu kan sistem saluran sistem pompa," ujarnya.
"Jadi bukan berarti semua harus jadi air karena ada lahan basah dan lahan kering. Jadi kalau ada bangunan di situ, Anda bilang waduh ini waduk dibangun lagi. Gue dah kasih tahu dari sekarang, jangan ditulis begitu lagi," lanjut dia. (aan/nrl)











































