Plot itu berasal dari kelompok militan Jamaah Islamiyah (JI) dan Abu Sayyaf. Demikian disampaikan kepala keamanan Arroyo, Brigadir Jenderal Romeo Prestoza seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/2/2008).
"Bukan cuma presiden, ada target-target lainnya," katanya seraya menambahkan bahwa Arroyo telah diberitahu soal plot ini. Akibatnya, Arroyo membatalkan rencana kunjungannya ke kota Baguio pada Jumat 15 Februari besok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, plot pembunuhan tersebut tampaknya tidak ada hubungannya dengan aksi protes oposisi yang akan digelar pada Jumat 15 Februari. Demo massal tersebut dilakukan untuk mendesak Arroyo mundur atas skandal korupsi yang melibatkan suaminya.
Suami Arroyo dituding berupaya mendapatkan uang jutaan dolar AS dari kesepakatan telekomunikasi dengan perusahaan pemerintah China, ZTE. Kesepakatan bernilai US$ 329 juta itu telah dibatalkan Arroyo. (ita/sss)











































