Tujuan pertemuan tersebut guna memastikan ada protokol baru untuk menggantikan Protokol Kyoto setelah 2012.
Hal ini disampaikan SBY di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2008).
SBY menerima telepon dari Ban Ki-moon pada pukul 09.00 WIB. "Sekjen PBB setuju dengan rekomendasi saya agar ada high level contact group antara Indonesia, Polandia, Denmark, Sekjen PBB, dan Sekjen UNFCCC," ujarnya.
Polandia dan Denmark, lanjut SBY, dilibatkan karena 2 negara tersebut akan menggelar konferensi perubahan iklim lanjutan setelah konferensi di Bali.
"Beliau mengatakan ingin lebih berkonsultasi lagi dengan tokoh-tokoh ini untuk memastikan upaya ini konkret," kata SBY.
Menurut SBY, Bali Road Map telah sukses menjadi momen awal untuk melahirkan protokol baru setelah tahun 2012. Komitmen negara maju dan berkembang sudah jelas. Transfer teknologi sampai dana kompensasi hutan hujan untuk pengurangan emisi juga sudah disusun.
"Di Warsawa dan Kopenhagen, kita rampungkan yang belum selesai di Bali," ujar dia. (aan/sss)











































