Warga Matraman, Jakarta Timur (Jaktim) dibuat resah atas sejumlah kasus pembakaran di area rumah mereka. Warga waswas karena ada orang yang membakar sampah, terpal, dan pakaian yang tergantung dekat rumah mereka.
Pembakaran terjadi di sejumlah titik wilayah Pisangan Baru, Matraman pada Minggu (10/5) dini hari. Aksi pembakaran itu terekam kamera CCTV di sekitar lokasi.
Kemunculan api di sejumlah titik di permukiman itu memicu kepanikan warga yang khawatir api merembet ke rumah-rumah penduduk. Namun, api dapat segera ditangani sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Warga yang resah lalu mencari tahu sosok pelaku. Mereka akhirnya mengidentifikasi hingga kemudian mendatangi rumah pelaku.
Polisi yang juga menyelidiki kasus itu segera mendatangi ke lokasi yang sama. Diketahui, pelaku ialah pria berinisial A (24).
"Mengamankan terduga pelaku yang membakar di sejumlah lokasi. Terduga pelaku diamankan di rumahnya," kata Kapolsek Matraman AKP Suripno, dilansir Antara, Selasa (12/5/2026).
Warga yang resah ramai-ramai mendatangi rumah terduga pelaku. Aparat gabungan dari kepolisian, Satpol PP, pengurus RT/RW, hingga Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) mendatangi lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan saat melakukan pembakaran di sejumlah lokasi di wilayah Pisangan Baru. Polisi menduga kendaraan tersebut dipakai pelaku untuk berpindah dari satu titik ke titik lainnya saat menjalankan aksinya.
Alasan Dengar Bisikan
Pelaku pembakaran di Kecamatan Matraman berinisial A (24) ditangkap polisi. Kepada polisi, A beralasan mendapat bisikan hingga membakar barang di area rumah warga.
Aksi teror pembakaran di wilayah Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur (Jaktim), meresahkan warga. Polisi telah menangkap pelaku. (ANTARA/HO-Dok Pribadi) |
"Pelaku udah kita amankan. Pengakuan dia selalu ada bisikan untuk melakukan itu. Setelah melakukan dia sadar menyesal. Tapi ada dorongan lagi melakukan itu," kata Kompol Suripno.
Kondisi itu disebut kembali terulang beberapa jam kemudian. Pelaku mengaku kembali mendapat dorongan atau bisikan yang membuatnya keluar rumah dan kembali melakukan tindakan serupa pada dini hari itu.
Pelaku melakukan pembakaran di sejumlah titik tersebut seorang diri. A akan dibawa ke rumah sakit (RS) untuk mengetahui kondisi kejiwaannya secara medis.
"Dicek dulu RS (Rumah Sakit), lihat dari keterangan dokter," ucapnya.
Pembakaran Acak di 3 Lokasi
Polisi mengungkap A menargetkan titik secara acak. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku melakukan pembakaran di tiga titik.
"Acak aja, hasil pemeriksaan sementara pelaku seperti ada gangguan kejiwaan. Ada tiga titik," kata Kanit Reskrim Polsek Matraman AKP Hari Wibowo.
Ketua RW 05 Kelurahan Pisangan Baru, Ramdani, mengatakan warga dari sejumlah wilayah mendatangi rumah terduga pelaku pembakaran. Warga dari sejumlah RW itu merasa resah dengan serangkaian aksi pembakaran tersebut.
"Warga itu dari tiga RW kemungkinan, RW 4, RW 5, RW 6, bahkan mungkin RW 3 juga ada. Setelah diketahui terduga ini ada di daerah sini, orang dari mana-mana nujunya ke sini," ujar Ramdani.
Meskipun situasi sempat memanas, Ramdani memastikan warga masih bisa menahan diri sehingga tidak terjadi aksi main hakim sendiri. Terduga pelaku kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Matraman demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Warga mulai curiga setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) dari beberapa titik memperlihatkan sosok pria yang sama berkeliaran dan menyulut api di area permukiman.
"Jam 03.00 sampai jam 04.00 dini hari kejadiannya. Setelah terlihat dari CCTV, dari sisi kanan kiri menjurus titiknya ke sini. Ternyata, orang tuanya juga mengakui setelah melihat CCTV, 'oh iya itu anak saya'," kata Ramdani.
Sosok Pembakar
Dia pun menyebutkan terduga pelaku itu merupakan seorang remaja yang baru lulus kuliah dan dikenal tertutup di lingkungan tempat tinggalnya. Pria berinisial A itu disebut jarang berinteraksi dengan warga sekitar.
"Remaja, baru lulus kuliah. Umurnya sekitar 24 tahunan. Orangnya tertutup, jarang keluar, tidak berbaur dengan remaja lainnya," ucap Ramdani.
Dia memaparkan jika A tinggal bersama ibu dan adiknya. Sementara sang ayah disebut sudah sekitar dua tahun tidak diketahui keberadaannya.
Warga juga menduga terduga pelaku memiliki gangguan psikologis atau depresi. Dugaan itu muncul dari cara pelaku melakukan aksinya yang dinilai tidak biasa.
"Kita ada anggapan ke situ. Soalnya, setelah dia eksekusi, api sudah nyala, dia balik lagi, dicek. Kalau niatnya mau bakar sekaligus kan biasanya langsung kabur, tapi ini dicek lagi, 'Oh sudah nyala belum?' begitu," ujar Ramdani.












































