Pengamanan SBY Tetap Normal

Pengamanan SBY Tetap Normal

- detikNews
Senin, 11 Feb 2008 19:51 WIB
Jakarta - Presiden SBY tidak memerintahkan peningkatan pengamanan diri dan keluarganya, menyusul penembakan Presiden Ramos Horta dan PM Xanana Gusmao. Prosedur penjagaan tetap seperti biasa.

Namun demikian pihak Paspampres mempelajari peristiwa yang terjadi dini hari tadi. Sehingga dapat diambil pelajaran mencegah kejadian serupa di Indonesia.

Demikian kata Jubir Kepresidenan Andi Malarangeng menjawab pertanyaan wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang begitu tentu tidak perlu lagi diperintahkan. Tapi pasti Paspampres mempelajarinya dan ambil pelajaran dari situ. Saya lihat tadi teman-teman Paspampres diskusi di antara mereka tentang kejadian di Timor Leste, ya semacam study kasus," ujar dia.

Sebagai contoh, Malarangeng lalu menyebut kasus penembakan Benazir Bhutto. Meski yang jadi korban bukan seorang Kepala Pemerintahan atau Kepala Negara, tapi kejadian di Pakistan tersebut tetap menjadi bahan study kasus di kalangan Paspampres agar hal itu tidak terjadi di Indonesia.

"Paspampres kita tentu ikuti standar internasional Pengamanan Kepala Negara. Mereka otomatis mengikuti situasi dari kejadian di negara lain," imbuh dia. (lh/ary)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads