Geram, Trump Ancam Iran Jika Pasang Ranjau di Selat Hormuz

Geram, Trump Ancam Iran Jika Pasang Ranjau di Selat Hormuz

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 11 Mar 2026 05:33 WIB
Dalam Pidato Terpanjangnya, Trump Klaim Ekonomi AS Tumbuh Pesat
Presiden AS Donald Trump. (DW News)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran tentang konsekuensi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya jika mereka memasang ranjau di Selat Hormuz. Ancaman Trump itu setelah Teheran bersumpah bahwa tidak ada minyak dari wilayah Teluk yang akan melewati jalur air utama tersebut.

Dilansir AFP, Rabu (11/3/2026), Trump mengatakan di media sosial bahwa ia belum menerima laporan tentang Iran yang melakukan hal itu, tetapi kemudian mengatakan bahwa jika Teheran telah melakukannya, maka mereka harus segera menyingkirkan alat peledak terapung tersebut.

"Jika karena alasan apa pun ranjau ditempatkan, dan tidak segera disingkirkan, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Trump di jaringan media sosial Truth miliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika, di sisi lain, mereka menyingkirkan apa yang mungkin telah ditempatkan, itu akan menjadi langkah besar ke arah yang benar!"

AS juga akan menggunakan rudal yang sebelumnya digunakan untuk meledakkan kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di perairan Amerika Latin untuk "menghilangkan secara permanen" kapal-kapal pemasang ranjau di selat Teluk, tambah Trump.

"Mereka akan ditangani dengan cepat dan keras. Waspada!" Ia memposting.

Unggahannya muncul setelah CNN-mengutip sumber anonim yang mengetahui laporan intelijen AS-melaporkan bahwa Iran memang telah mulai memasang ranjau di Selat Hormuz, yang dilalui hampir seperlima produksi minyak global, dan di mana lalu lintas praktis terhenti.

Gedung Putih mengatakan sebelumnya bahwa Amerika Serikat belum mengawal kapal tanker minyak apa pun melalui Selat Hormuz, setelah akun media sosial menteri energi memposting tetapi kemudian menghapus klaim bahwa mereka telah melakukannya.

Halaman 2 dari 2
(rfs/rfs)


Berita Terkait