Menurut Kanit Laka Polres Sleman Iptu A Budi Santoso, kejanggalan dapat dilihat dari lukan yang dialami korban dan kondisi kendaraan yang dipakai.
"Saat korban jatuh, tidak banyak ditemukan bekas goresan dan tidak ada ceceran darah. Selain itu, di tubuh korban kita temukan luka sayat," kata Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat semua kenjanggalan itu, kata Budi, polisi belum dapat menyimpulkan motif kecelakaan yang menewaskan Lambang. Saat ini, petugas masih mengumpulkan bukti-bukti seperti sisa tanah yang menempel di kaca spion sepeda motor Lambang.
"Kondisi motor korban tidak parah, hanya kaca spion lepas dan slebor depan patah," kata Budi. (ken/anw)











































