Kesimpulan ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan Scotland Yard selama sebulan terakhir yang sekaligus menegaskan pernyataan pemerintah Pakistan sebelumnya.
Sejumlah saksi mata ketika bom bunuh diri di Rawalpindi 27 Desember 2007 menyebutkan mendengar suara letusan senjata sebelum ledakan terjadi. Itulah yang memunculkan spekulasi apakah Bhutto tewas karena ledakan, atau tewas karena tembakan senjata.
Fakta adanya bunyi letusan senjata sebelum ledakan itu tidak dibantah Scotland Yard. Dikutip AFP, Jumat (8/2/2008), hasil penyelidikan menemukan bahwa sang pelaku memang berniat membunuh Bhutto dengan senjata api saat mantan PM Pakistan itu sedang melambaikan tangan ke arah pendukungnya.
Tapi tembakannya meleset, saat itulah sang pelaku menekan tombol detonator pemicu ledakan. "Ledakan telah menimbulkan benturan yang keras antara kepala Bhutto dengan bagian mobil yang menyebabkan cedera yang parah," tulis laporan yang ditandatangani Detektif Superintendent John MacBrayne tersebut.
Hasil penyelidikan Scotland Yard tersebut tidak diterima begitu saja oleh partai Bhutto, PPP. Jubir PPP Sherry Rehman mengatakan belum membaca laporan yang dikeluarkan.
"Kami masih mencari laporan Scotland Yard. Tapi bagaimanapun kami sulit untuk menyetujui penyebab kematian kematian Bhutto. Kami percaya dia dibunuh oleh peluru dari sang pembunuh," kata Rehman.
(bal/bal)











































