8 Oknum Paskhas TNI AU Diduga Rampas 22 Ton Kelapa Sawit

8 Oknum Paskhas TNI AU Diduga Rampas 22 Ton Kelapa Sawit

- detikNews
Jumat, 08 Feb 2008 09:13 WIB
Pekanbaru - 8 Pria yang mengenakan seragam loreng dengan bersenjatakan laras panjang mengambil paksa 22 ton buah kelapa sawit. Mereka diduga merupakan anggota pasukan khusus (Paskhas) TNI Angkatan Udara.

Kelapa sawit yang dirampas ini milik KUD Binangun Desa Sungai Pagar Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, Pekanbaru.

Hal itu disampaikan Ketua KUD Hadi Suwarno kepada detikcom, Jumat (8/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadian ini Kamis siang pukul 13.00 WIB sampai pukul 15.30 WIB. 4 Unit truk pengangkut sawit, dengan total volume angkutan buah sawit 22 ton, dirampas oleh pihak TNI Angkatan udara," kata Hadi.

Hadi menjelaskan, kejadian ini ketika anggota koperasi memanen buah sawit. Dan buah sawit sudah dimasukkan ke dalam truk untuk dijual. Namun tiba-tiba muncul 8 anggota Paskhas yang dipimpin oleh komandan kompi Lettu Agus dan didampingi Serma Khaidir dan Serda Haidirman. Ketiga orang ini yang mengkoordinir 5 anggotanya untuk membawa 4 truk yang berisi buah sawit.

"Para sopir truk ini terpaksa menuruti perintah anggota Paskhas yang selanjutnya diperintahkan untuk menjual buah sawit tersebut ke daerah lain. Setelah dijual, sopir disuruh kembali lagi ke desa kami," ujar dia.

Hadi menyebut pihaknya sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan TNI angkatan udara.

Menurut Hadi, memang di desanya saat ini sedang terjadi sengketa lahan antara warga desa dengan warga Pekanbaru bernama Emayalis. Emayalis mengklaim lahan mili koperasi merupakan miliknya. Tapi menurut Hadi berdasarkan hasil putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru, lahan tersebut merupakan milik warga desa.

Sementara itu, Kepalaย  Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Pekanbaru, Mayor Dede Nasruddin, membantah anggota Paskhas yang melakukan perampokan.

"Ini sudah salah informasi. Bukan Paskhas yang merampok tapi warga desa itu yang merampok. Tolong nanti datang ke kantor saya dan akan saya jelaskan kronologi yang sebenarnya. Mana mungkin ada anggota TNI yang merampok. Ini jelas salah informasi," tegas dia. (mly/nrl)


Berita Terkait