Menneg LH Miris Lihat Kesenjangan Cilincing - PIK

Menneg LH Miris Lihat Kesenjangan Cilincing - PIK

- detikNews
Selasa, 05 Feb 2008 12:45 WIB
Jakarta - Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar menanam 300 bibit pohon bakau secara simbolik. Dia miris dengan kesenjangan ekonomi di kawasan perumahan sederhana Clincing dan perumahan elit Pantai Indah Kapuk (PIK).

"Ini untuk lingkungan yang lebih baik," kata Rachmat di Area Pembibitan Mangrove di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (5/2/2008). Tanpa ragu, dia menusukkan batang bibit bakau sepanjang 40 cm ke pot pembibitan.

Setelah 2 bulan, bibit tersebut akan membesar, berdaun dan siap tanam. Perawatan yang diperlukan terbilang mudah, tidak perlu pemupukan dan perhatian khusus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tanamnya juga mudah, tinggal dibiarin di pantai, tumbuh sendiri," ucap Salim, petani bakau yang telah memperoleh Kalpataru 2007.

Kesenjangan

Sebelumnya, Rachmat meninjau sepanjang Teluk Jakarta dari Marunda hingga Pantai Indah Kapuk (PIK). Dia merasa prihatin, selain kerusakan lingkungan juga terjadi kesenjangan ekonomi yang sangat mencolok di kawasan itu.

"Di Cilincing hingga Tanjung Priok yang saya lihat keterpaksaaan untuk hidup, membangun rumah seadanya. Di Pantai Mutiara sampai PIK, ada rumah mewah dan apartemen yang luks, tapi juga pantai yang rusak dan dibeton untuk jalan," ujar Rahmat prihatin. (fay/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini