Menyelam Lagi, Dapat Mortir Lagi

Menyelam Lagi, Dapat Mortir Lagi

- detikNews
Senin, 04 Feb 2008 14:00 WIB
pekanbaru - Setelah menemukan 2 mortir, Zulkifli (35) dan rekannya kembali menemukan 2 mortir dengan jenis yang sama pada pukul 12.30 WIB, Senin (4/2/2008).

Sebelumnya, Zul telah memberikan 2 mortir kepada aparat Brimob yang ditemukannya pukul 09.00 WIB. Setelah itu Zul dan rekan-rekannya iseng-iseng kembali menyelam ke dasar Sungai Siak di Pelabuhan Pelita Pantai, Jl Sudirman Ujung, Pekanbaru.

Tak disangka, saat menyelam di kedalaman 18 meter, mereka kembali menemukan 2 mortir dalam bentuk dan jenis yang sama dengan sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mortir itu pun akhirnya mereka ikatkan dengan seutas tali dan digantungkan di sisi kanan dan kiri sampan mereka seraya menunggu petugas Brimob kembali mengambil mortir tersebut.

Mortir ini juga diperkirakan mempunyai berat yang sama dengan sebelumnya yakni 70 kg dengan panjang 60 cm dan berdiameter 25 cm dan berkarat.

Menurut salah seorang warga sekitar, M Yusuf (65),Β  warga menduga mortir itu peninggalan Jepang.

Yusuf menceritakan, berdasarkan cerita dari orang tua mereka, pada tahun 1942, Jepang berkuasa di Indonesia. Saat itu Jepang bermarkas di Pelabuhan Pelita Pantai.

Tahun 1950-an, salah satu kapal perang milik Jepang tenggelam di sana. Kapal itu diperkirakan membawa sejumlah senjata.

Tahun 1994, warga sekitar juga menemukan 3 senjata laras panjang. Saat itu kapal belum bisa diangkat dari dasar sungai. Tetapi setiap penyelam yang menyelam ke dasar sungai selalu menemukan berbagai jenis pistol dengan kondisi berkarat.

Hingga 2002, bangkai kapal dengan bobot 2000 ton itu berhasil diangkat. Mereka memotong-motong kapal tersebut kemudian menjualnya kepada pengusaha di Jakarta.

"Ini juga kemungkinan bagian dari kapal perang milik Jepang itu," duganya.

Saat ini tim Gegana masih belum berada di lokasi. Warga sekitar masih ramai berkerumun untuk menonton mortir tersebut. (ziz/nrl)


Berita Terkait