"Hingga kini data yang kami miliki 2 anggota polisi tewas dan 1 anggota TNI," ujarnya.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara jumpa pers bersama Kapolda Maluku Brigjen Polisi Guntur Ariyadi dan Gubernur Maluku Albert Karel Ralahalu di aula Markas Batalyon 731 TNI Kabaressi, Jl Raya Waipo, Maluku Tengah, Sabtu (2/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasyid berjanji akan menindaklanjuti kasus tersebut dengan menindak tegas anak buahnya yang terlibat. Ia pun meminta kasus ini dapat diselesaikan melalui jalur hukum.
"Saya minta kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku. Saya akan tindak tegas anak buah saya yang melakukan tindakan penyerangan," janjinya.
Sementara itu Kapolda Maluku Brigjen Polisi Guntur Ariyadi meminta kedua belah pihak segera menghentikan konflik tersebut. Ia berharap kedua kesatuan tersebut bisa rukum kembali.
"Saya berharap kedua institusi menghentikan konflik dan kembali membina persatuan dan kesatuan," jelasnya.
Usai memberikan keterangan pers, rombongan pangdam, gubernur, dan kapolda pergi bersama-sama meninggalkan Markas Yon 731 TNI Kabaressi. Mereka mendatangi kediaman para korban tewas yang semuanya berada di Kota Masohi untuk mengucapkan belasungkawa. (gah/nvt)










































