4 Pekerja Tewas Kesetrum Saat Bangun Tower Pro XL

4 Pekerja Tewas Kesetrum Saat Bangun Tower Pro XL

- detikNews
Sabtu, 02 Feb 2008 17:50 WIB
Pekanbaru - Matahari cukup menyengat usai waktu salat Jumat. Sekitar 11 pria bekerja giat membangun tower Pro XL. Tiba-tiba arus listrik mengalir di tower tersebut, 4 pekerja tewas kesetrum.

11 Orang itu merupakan karyawan kontrak Pro XL yang mempunyai pekerjaan borongan membangun tower di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Pada Jumat 1 Februari 2008, mereka melakukan pekerjaan membangun tower seperti biasa. Namun Jumat itu menjadi hari naas bagi mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para korban tewas adalah Asep Samsudin, Wawan Setiawan, Amir Syarifudin, dan Asep Suhendra. 3 Orang tewas seketika, dan seorang lainnya meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Bangkinang, Kampar. RS tersebut berjarak sekitar 30 km dari lokasi kejadian.

Demikian keterangan Kasat Reskrim Polres Kampara AKP Wiwin Fitra saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/2/2008).

"Sampai saat ini kami baru memeriksa sejumlah mandor di lapangan. Namun belum melakukan pemeriksaan terhadap Pro XL selaku pemilik  tower. Kami masih menyelidiki dari mana datangnya arus ke tower yang mereka sedang bangun," ujar Wiwin.

Kini, lanjutnya, 2 pekerja masih dirawat di RS, yaitu Rahman dan Budi. 5 Lainnya yang mengalami luka ringan hanya dirawat jalan. Mereka atas nama Asep, Hendi, Supriyatna, Warsat, dan Nurdin.

Wiwin menjelaskan, kepolisian sudah memberi tahu keluarga korban yang berada di Jawa Barat. Keluarga memohon agar jasad korban tidak dikebumikan sebelum mereka datang.

"Pihak keluarga pada Jumat sore sudah berusaha akan ke Pekanbaru dengan pesawat. Sayangnya mereka terhambat di Bandara Cengkareng. Hingga saat ini belum ada kabar lagi dari mereka," imbuhnya.

4 Jenazah tersebut masih dititipkan di RSUD Bangkinang. Kondisi jenazah cukup mengenaskan karena badannya gosong.

"Kami sangat meyayangkan. Sebenarnya mereka ada 32 orang yang bertugas memasang tiang tower. Namun selama ini mereka tidak pernah melapor tentang aktivitas mereka dalam membangun tower," sambung Wiwin.

Para pekerja itu, sambungnya, dalam bekerja selalu berpindah dari satu tower ke tower lainnya. Mereka mengontrak rumah di Kota Bangkinang. (nvt/sss)


Berita Terkait