11 Orang itu merupakan karyawan kontrak Pro XL yang mempunyai pekerjaan borongan membangun tower di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.
Pada Jumat 1 Februari 2008, mereka melakukan pekerjaan membangun tower seperti biasa. Namun Jumat itu menjadi hari naas bagi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian keterangan Kasat Reskrim Polres Kampara AKP Wiwin Fitra saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/2/2008).
"Sampai saat ini kami baru memeriksa sejumlah mandor di lapangan. Namun belum melakukan pemeriksaan terhadap Pro XL selaku pemilik tower. Kami masih menyelidiki dari mana datangnya arus ke tower yang mereka sedang bangun," ujar Wiwin.
Kini, lanjutnya, 2 pekerja masih dirawat di RS, yaitu Rahman dan Budi. 5 Lainnya yang mengalami luka ringan hanya dirawat jalan. Mereka atas nama Asep, Hendi, Supriyatna, Warsat, dan Nurdin.
Wiwin menjelaskan, kepolisian sudah memberi tahu keluarga korban yang berada di Jawa Barat. Keluarga memohon agar jasad korban tidak dikebumikan sebelum mereka datang.
"Pihak keluarga pada Jumat sore sudah berusaha akan ke Pekanbaru dengan pesawat. Sayangnya mereka terhambat di Bandara Cengkareng. Hingga saat ini belum ada kabar lagi dari mereka," imbuhnya.
4 Jenazah tersebut masih dititipkan di RSUD Bangkinang. Kondisi jenazah cukup mengenaskan karena badannya gosong.
"Kami sangat meyayangkan. Sebenarnya mereka ada 32 orang yang bertugas memasang tiang tower. Namun selama ini mereka tidak pernah melapor tentang aktivitas mereka dalam membangun tower," sambung Wiwin.
Para pekerja itu, sambungnya, dalam bekerja selalu berpindah dari satu tower ke tower lainnya. Mereka mengontrak rumah di Kota Bangkinang. (nvt/sss)











































