Kritik Mega yang tergres adalah sentilan terhadap pemerintahan SBY-JK yang dinilainya seperti penari poco-poco. Maju selangkah, mundur selangkah. Tidak ke mana-mana.
"Ada yang bilang, Ibu Mega ini bicara terlalu tajam. Padahal bicara saya tidak tajam. Mungkin telinganya saja," cetus Mega.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mega, kritikannya terhadap pemerintah merupakan kenyataan sebenarnya dalam masyakat. Substansi kritikan itu diperolehnya saat berdialog dengan masyarakat ketika bersafari politik.
"Jadi bukan saya yang bilang, tapi saudara-saudara semua. Saya hanya membawa dan menyampaikan aspirasinya ke Jakarta," ujar mantan presiden ini.
Putri Proklamator Bung Karno ini juga membantah melakukan kampanye terselubung melalui safari politik, meski masa Pemilu 2009 tinggal sekitar lebih dari setahun lagi.
"Saya tidak kampanye terselubung, terbuka saja. Saya ketua umum partai dan mantan presiden. Saya punya konstituen yang memilih saya. Jadi saya tidak bisa membiarkan begitu saja," ucapnya.
Jika ada tokoh lain yang meniru manuver politiknya, Mega mengatakan, "Silakan saja," pungkasnya.
(rmd/sss)











































