"Saya sebagai ketua umum memantau perkembangan di masyarakat dan saya heran yang namanya tempe, tahu hilang dari peredaran. Ini masalah yang serius karena tempe itu makanan nasional dari strata bawah pemulung sampai presiden, suka tempe. Hal-hal seperti ini harus diperbaiki oleh pemerintah," urai Mega mengomentari kelangkaan tahu dan tempe belakangan ini.
Hal ini disampaikan sambutannya sebelum acara santap malam di Kampung Seberang Hulu 1, Palembang, Rabu malam, (30/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya banyak sekali dilecehkan, masa pemimpin jadi ibu rumah tangga. Padahal kalau ibu rumah tangga mogok, ekonomi negeri ini akan terganggu karena ibu rumah tangga jantung perekonomian negeri ini," tambahnya.
Mega menambahkan, pemerintah harus segera mendengarkan keluhan masyarakat di bawah dan jangan hanya suara-suara di atas.
"Kalau sekarang petani diberi beban lagi untuk memproduksi bahan makanan tertentu seperti kedelai, sudah terlambat. Seharusnya sejak dahulu pemerintah tidak bergantung dari luar dengan berswasembada pangan," jelasnya.
Acara ini sejatinya adalah santap malam nostalgia, karena di wilayah ini tinggal sahabat sang ayah Soekarno, yakni Azharie. Dan rumah Azharie pernah dikunjungi Soekarno.
Sayangnya santap malam yang hendak digelar di rumah Azharie dipindah ke rumah ketua RT setempat. Ini dikarenakan kondisi rumah yang sudah lapuk karena berusia 100 tahun, selain itu penerangannya tidak memadai.
Dalam kesempatan ini, Mega bersama rombongan dijamu makanan khas setempat yakni nasi minyak dan sate ikan. Acara yang digelar sejak pukul 21.00 WIB, ini berakhir 1 jam kemudian.
(ndr/nwk)










































