Anas: Tugas Kian Berat, KPU Wajar Dapat Tunjangan Khusus

Anas: Tugas Kian Berat, KPU Wajar Dapat Tunjangan Khusus

- detikNews
Rabu, 23 Jan 2008 17:03 WIB
Jakarta - Tugas-tugas KPU semakin banyak dan berat menjelang tahun 2008 dan 2009. Usulan tunjangan khusus bagi KPU dinilai wajar.

"Dalam batas-batas yang wajar, permintaan itu perlu dapat perhatian. Apalagi dalam konteks suksesi Pemilu 2009," kata mantan anggota KPU Anas Urbaningrum.

Hal ini disampaikan Anas di sela-sela diskusi bertajuk "Menuju Indonesia yang mandiri dan bermartabat di tengah tuntutan globanisasi" di Hotel Aryaduta, Jalan Prapatan, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, kata Anas, tunjangan khusus perlu dikoreksi jika melewati batas-batas kewajaran.

Lantas apa ukuran kewajaran? "Ukuran wajar misalnya untuk tambahan uang lembur atau untuk anggaran Pokja. Pokja-pokja itu kan memang bekerja lebih keras untuk mengejar target. Untuk bekerja keras, wajar diberi insentif," papar dia.

Politisi Partai Demokrat ini mengaku menerima tunjangan selama menjadi anggota KPU. "Ada memang honor Pokja, besarnya saya tidak hapal. Tetapi memang tahun 2008, KPU harus menyiapkan aturan teknis, apalagi kalau UU Pemilu disahkan," kata Anas.

Menurut dia, KPU harus bekerja keras mengeluarkan keputusan-keputusan terkait operasionalisasi ketentuan UU. "Itu sebagai bentuk upaya khusus di kesekjenan KPU," cetus dia.

Ketua KPU Hafiz Anshari dalam raker dengan Komisi III DPR pada Senin 21 Januari 2007 meminta agar anggota KPU dan kesekretariatan diberikan tunjangan khusus yang memadai. Alasannya, tugas lembaga yang dipimpinnya semakin berat menjelang Pemilu 2009. (aan/sss)


Berita Terkait