"Virus flu burung yang mempunyai pola hanya menyebar di tempat wisata akan terus dipelajari," kata Kabid Kerjasama Internasional Interpol Polri Kombes Pol Desman Sinaga.
"Kenapa flu burung banyak terjadi di daerah turis seperti Bali, Brastagi dan Yogyakarta? Tugas kita mencarinya," imbuh Desman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut Desman, di Indonesia, pihak Depkes, Puslabfor Polri, dan Mabes TNI belum memiliki bukti positif adanya aksi teroris tersebut.
"Sampai sekarang kita belum bisa menemukan siapa pelakunya," imbuhnya.ย Pelaku bioterorisme sudah ditangkap di Malaysia. Pelaku mengembangkan virus antraks yang sadis. Pelaku bahkan nyaris mempelajari laboratorium veterinari di Bogor, Jawa Barat.ย (ziz/nrl)











































